Sakit Gigi Lebih Baik daripada Sakit Hati?

Sakit Gigi

Aduuhh...

Pernah dengar lagunya Meggy Z yang berjudul “sakit gigi”? Lagu itu menggambarkan betapa sakitnya sakit hati karena putus cinta.

Meggy Z mengibaratkan sakit hati itu lebih sakit daripada sakit gigi. “Lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati”, begitu penggal liriknya.

Benarkah sakit gigi lebih baik daripada sakit hati? Bertanyalah ke orang-orang yang pernah sakit gigi, mungkin mereka tidak setuju dengan lagunya Meggy Z itu :d

Menurut cerita pasien, sakit gigi itu sakit banget, lebih sakit daripada sakit hati malah! Bagi yang belum pernah sakit gigi, rawat giginya baik-baik supaya jangan sampai merasakan sakit gigi ya?!

Apa sih sebenarnya ‘sakit gigi’ itu?

Catatan: yang dibahas ini adalah ‘sakit gigi’ seperti yang sering dialami oleh pasien. Yaitu nyeri yang sangat hebat di giginya. Selain ‘sakit gigi’ jenis yang ini, masih ada banyak ‘sakit gigi’ yang lain.

Sering ada pasien yang datang sambil nyengir, muka merah padam seperti menahan emosi, bahkan ada yang sambil menangis. Tanpa ditanya, begitu masuk ke poli gigi mereka akan bilang: “dok, saya sakit gigi, sakit banget dok, ampun, tolong dok, cepat dok!”

gigi berlubang

Lubang di gigi bikin cenat cenut!

Begitu diperiksa, kebanyakan pasien dengan keluhan sakit gigi itu ternyata mengalami gigi berlubang. Lubangnya bisa kecil, bisa besar. Bisa berada di tengah, bisa di pinggir. Nah, sisa makanan akan menumpuk di dalam lubang itu lalu menjadi tempat berkembangbiaknya aneka kuman dan bakteri.

Nah, rasa ngilu atau nyeri tak tertahankan itu datangnya dari syaraf gigi yang terganggu aneka sisa makanan yang telah membusuk penuh kuman dan bakteri tadi. Selain menimbulkan rasa nyeri yang hebat, kondisi seperti itu juga bisa menimbulkan bau mulut yang kurang sedap.

Rasa ngilu tadi bisa datang dan menyerang dengan hebatnya, lalu bisa hilang, lalu suatu saat bisa datang lagi. Itu jika tidak diatasi dengan benar.

Kebanyakan penderita yang takut datang ke dokter gigi akan mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas di toko obat atau apotek.Β Padahal obat pereda nyeri tadi hanya meredakan nyeri dengan mengurangi sensitifitas syarafnya, bukan menghilangkan penyebabnya!

Bagaimana cara mengatasinya?

Cara mengatasi sakit gigi adalah dengan memberikan penanganan yang tepat terhadap sumber sakitnya. Bukan hanya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Datanglah ke tempat praktek dokter gigi atau Puskesmas, dapatkan solusi yang tuntas sehingga sakit gigimu tidak kambuh lagi πŸ™‚

Jika sakit gigi itu karena adanya lubang pada gigi, maka dokter gigi akan membersihkan lubang itu hingga benar-benar bersih, kemudian menambalnya. Itu jika gigimu masih bisa dipertahankan. Tapi jika lubangnya sudah parah dan sulit untuk dipertahankan, mungkin gigi yang bermasalah itu akan dicabut.

Yang paling baik sebenarnya adalah mencegah supaya tidak sampai sakit gigi. Lakukan sikat gigi setidaknya dua kali setiap hari, lalu periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Dengan memeriksakan gigi secara rutin maka masalah di gigi akan terdeteksi lebih awal sehingga bisa segera ditangani.

 

26 Comments

  1. galihsatria 13/01/2012
    • dionella 15/01/2012
  2. Anas 13/01/2012
    • dionella 15/01/2012
  3. erna 15/01/2012
    • dionella 15/01/2012
  4. isnuansa 16/01/2012
    • dionella 16/01/2012
  5. Ely Meyer 16/01/2012
    • dionella 18/01/2012
  6. ririsnovie 18/01/2012
    • dionella 18/01/2012
      • ririsnovie 19/01/2012
        • dionella 20/01/2012
  7. misstitisari 18/01/2012
    • dionella 18/01/2012
  8. sakura suri 20/01/2012
    • dionella 21/01/2012
  9. Lyliana Thia 21/01/2012
    • dionella 21/01/2012
  10. giewahyudi 25/01/2012
    • dionella 26/01/2012
  11. Sugito 10/07/2012
  12. didik 26/09/2013

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.