Anak Terlambat Tumbuh Gigi

Tanya:

Selamat pagi dokter.
Dok anak saya perempuan umur 10 bulan berat badan 8 kg, Tinggi badan 70 cm
Kenapa belum tumbuh gigi yaa? Sedangkan anak tetangga saya umur 6 bulan sudah tumbuh dua gigi nya!!
Yg mau saya tanyakan minimal dan maksimalnya bayi tumbuh gigi umur berapa bulan
Terimahkasih..

 

Hormat saya
Marlina Marzuki

Jawab:
Hai Bunda Marlina, tidak perlu kuatir bin galau ya kalau anaknya sudah umur 10 bulan tapi giginya belum tumbuh. Itu masih bisa dikatakan normal dan wajar kok.

Yang perlu disadari betul oleh para Ibu adalah tiap anak itu unik, jadi tidak bisa dibandingkan dengan anak yang lain misal kakaknya atau adiknya, apalagi dibandingkan sama anak tetangga. Lha anak yang lahir kembar saja bisa beda kok Bunda.

Termasuk dalam hal kapan si anak mulai tumbuh giginya. Ada ketika lahir sudah punya gigi. Ada yang baru 3 bulan sudah mulai tumbuh giginya, seperti anak saya yang kedua ini. Ada 6 bulan baru mulai tumbuh. Ada yang setahun belum tumbuh.

Kapan Gigi Anak Mulai Tumbuh?

Sebenarnya pertumbuhan gigi anak ini dimulai sejak si anak masih berada di dalam kandungan lho. Pada salah satu fase, ‘benih’ gigi mulai muncul di dalam gusi.

Lalu umumnya ketika si anak menginjak usia antara 6 bulan hingga 1 tahun, akan mulai muncul gigi depan, dan akan terus tumbuh gigi-gigi berikutnya hingga nanti mencapai geraham atau gigi paling dalam / belakang pada saat usianya sekitar 3 tahun.

Secara umum, urut-urutan tumbuh gigi si anak seperti pada gambar di bawah ini

urutan tumbuh gigi pada anak

Tetapi perlu disadari bahwa ini adalah menurut penelitian secara umum. Sedangkan yang akan terjadi pada setiap anak adalah beda-beda.

Faktor yang Mempengaruhi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya tumbuh gigi pada seorang anak. Diantara faktor-faktor itu adalah:

  1. Genetik atau keturunan. Anak yang orang tuanya dulu umur setahun belum punya gigi, kemungkinan besar si anak juga umur setahun belum punya gigi. Tentu jika bicara keturunan ini tergantung gen mana yang lebih dominan, Ayahnya atau Ibunya. Bisa juga si anak punya karakter sendiri namun biasanya tidak jauh dari orang tuanya
  2. Asupan nutrisi. Yang berpengaruh pada pertumbuhan gigi adalah kalsium, fosfat dan vitamin D. Ketika si anak mendapatkan asupan kalsium, fosfat dan vitamin D yang cukup, maka tumbuh giginya biasanya akan sesuai dengan jadwal umum seperti gambar di atas. Wujudnya bisa berupa susu, telor, ikan dan daging. Juga biasakan si anak berjemur di bawah sinar mentari pagi meskipun tidak usah lama-lama.
  3. Tekstur makanan. Sejak lahir hingga 6 bulan, anak sebaiknya hanya minum ASI saja. Setelah itu baru diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Nah pada saat pemberian MPASI ini usahakan teksturnya bertahap, mulai dari yang halus pada usia 6 bulan, dan semakin bertambah usianya maka dibuat makin kasar dan makin kasar, hingga nanti bisa mengunyah makanan padat seperti pada orang tua. Nah, tekstur makanan ini juga dapat memberikan rangsangan pada proses pertumbuhan gigi.
  4. Teether atau gigit-gigitan. Nah, anak yang usianya 3 bulan ke atas biasanya sudah mulai suka menggigit-gigit. Maka berikan dia mainan untuk digigit-gigit atau biasa disebut dengan teether. Namun perlu dicatat bahwa teether yang digunakan haruslah selalu dalam kondisi bersih. Kegiatan menggigit-gigit tadi dapat merangsang pertumbuhan gigi.

Perlukah Diperiksakan ke Dokter Gigi?

Kalau usia anak masih di bawah 1 tahun, tidak perlu kuatir berlebihan ya Bunda. Belum perlu ke dokter gigi. Yang penting perhatikan dulu faktor-faktor yang sudah disebutkan di atas.

Tapi jika sudah 1 tahun lebih masih belum ada tanda-tanda mau tumbuh gigi, tidak ada salahnya jika Bunda mengajak anak ke dokter gigi. Lebih baik lagi jika ke dokter gigi spesialis gigi anak (paedodontics / pediatric dentist).

Selain berkonsultasi dengan orang tuanya, dokter gigi bisa melakukan pemeriksaan dan melihat ada atau tidaknya ‘benih’ gigi yang akan tumbuh. Jika ada benihnya, mengapa kok tidak lekas erupsi / keluar. Apakah terhalang sesuatu? Mungkin nantinya diperlukan pemeriksaan di laboratorium dengan foto rontgen gigi / panoramic sebagai bahan analisa.

Tapi supaya lebih jelas, sebaiknya dikonsultasikan langsung nanti dengan dokter giginya.

Demikian ya Bunda Marlina Marzuki dan beberapa Bunda lain yang bertanya via email, juga mungkin Bunda-bunda yang membaca blog ini. Semoga jawaban ini dapat menenangkan hati Bunda-bunda sekalian ya..

Wassalam,
drg. Dio Nella

14 Comments

  1. uzlifatil jannah 09/09/2016
    • dionella 29/09/2016
  2. Stephanie 04/03/2017
    • dionella 08/03/2017
      • Wulan 06/05/2017
        • dionella 08/05/2017
  3. Ayu rahayu 03/06/2017
    • dionella 03/07/2017
  4. Ida Rosida 15/06/2017
    • dionella 03/07/2017
  5. Lia agustina 16/07/2017
    • dionella 08/08/2017
  6. Nopita 12/08/2017
    • dionella 18/08/2017

Leave a Reply

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.